Sejujurnya merupakan keajaiban kecil bagi saya untuk menulis artikel
ini sekarang. Ini artikel pertama saya dalam 3 tahun terakhir. Pada
masa-masa itu, saya semakin menjauh dari agama dan saya dapat merasakan
hati ini semakin keras sampai-sampai terasa seperti batu. Ini perasaan
yang menakutkan dan setelah mengintrospeksi diri, saya percaya semua ini
terjadi karena saya tidak mempedulikan hati saya. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada seonggok daging di dalam
tubuh. Jika ia baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Dan jika ia buruk,
maka seluruh tubuh menjadi buruk. Sesungguhnya daging itu adalah hati.”
(Sahih Muslim).
Hati anda tidak menjauh dari Allah subhanahu wa ta’ala hanya dalam
waktu semalam. Ini adalah proses yang terjadi secara bertahap. Pertama,
anda menjadi malas beribadah, menunda ibadah, menganggap remeh dosa.
Kemudian kesenangan duniawi menjadi prioritas anda dan dosa-dosa
tertentu menjadi kebiasaan yang tidak dapat anda hilangkan, sampai anda
merasa tidak punya tujuan dalam hidup.
Saya tidak akan pernah mau hati saya kembali dalam keadaan itu lagi,
dan saya tidak akan pernah mau hubungan saya dengan Sang Pencipta
menjadi terhalang atau terputus. Akhir-akhir ini, menjaga hubungan saya
dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan mempraktekkan suatu kebiasaan
tertentu untuk membuat hati saya tetap hidup menjadi hal yang sangat
penting bagi saya. Setiap dari kita punya hati, dan meskipun organ hati
kita mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, tapi
nutrisi yang paling baik untuk hati tentunya adalah nutrisi ruhani.
Dengan begitu, saya berdo’a agar kata-kata saya bisa menginspirasi
anda -dan saya- untuk mulai berusaha agar memiliki hati yang baik, insya
Allah.
Inilah yang harus kita pertimbangkan…
HUBUNGAN ANDA DENGAN ALLAH
1. Kenallah Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah subhanahu wa
ta’ala berfirman: Aku seperti apa yang hamba-Ku sangkakan. Aku
bersamanya ketika dia menyebut-Ku. Jika dia menyebut-Ku ketika
sendirian, Aku akan menyebutnya sendiri; dan jika dia menyebut-Ku dalam
perkumpulan, aku akan menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih besar
daripadanya. Jika dia mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekat
padanya sehasta. Dan jika dia mendekat kepada-Ku dengan berjalan, Aku
akan mendekat kepadanya dengan cepat.” (Sahih Muslim)
Saya percaya bahwa agar mempunyai hati yang terhubung dengan Allah
subhanahu wa ta’ala, kita harus mengenal-Nya lebih dulu. Bagaimana kita
bisa membangun hubungan yang kuat dengan seseorang yang kita tidak
kenal? Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita berbagai jalan untuk
melakukan ini, salah satunya adalah melalui Quran (saya akan membahas
ini nanti). Jalan lain untuk mengenal-Nya adalah dengan menghabiskan
waktu mempelajari dan merenungkan nama-nama-Nya yang kita pelajari dari
Quran dan Sunnah.
Ketahuilah bahwa Dialah al-Khaliq, Dialah yang menciptakan segala
sesuatu yang kita inginkan; as-Sami’’ Dialah yang Maha Mendengar setiap
do’a kita; al-Qadir, Dialah yang dapat melakukan apapun, tidak peduli
betapa tidak mungkin tampaknya hal itu dalam pemahaman kita yang
terbatas. Ini akan membantu kita mendekatkan hubungan dengan Allah
subhanahu wa ta’ala dalam kerangka yang positif, dan membuatnya hubungan
yang dengan senang hati kita usahakan. Jadi ketahuilah, belajar, dan
renungkan nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala.
2. Dengan teguh mengharapkan rahmat-Nya
Allah subhanahu wa ta’ala tidak mencari-cari alasan untuk menghukum,
menolak, atau berpaling dari kita. Dia ada untuk kita ketika orang lain
menjauh, dan Dia ingin menerima kita. Nama-nama-Nya mengajarkan kita
bahwa Dialah yang Maha Penyayang, sumber dari cinta (al-Wadud), dan
sumber kedamaian (as-Salaam). Meski begitu, kita seringkali kehilangan
harapan ketika kita berbuat salah. Menurut saya, ini dapat menjadi
penyebab kenapa hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala mulai
renggang.
Ketahuilah bahwa kita hanyalah manusia biasa dan begitu juga hati
kita, jadi pada suatu waktu, ia mungkin hancur, mungkin tidak bekerja
dengan baik, atau kita mungkin merasakan kehampaan di dalamnya.
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya dapat memberitahu anda bahwa
penting bagi kita untuk belajar mengisi kekosongan ini dengan mendekat
kepada Allah subhanahu wa ta’ala daripada mencoba mengisinya dengan
sesuatu yang lain. Jadilah optimis bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan
menerima taubat anda. Dia subhanahu wa ta’ala menyebutkan ampunan-Nya
jauh lebih sering daripada azab-Nya di dalam Quran. Sesekali kita semua
akan membuat kesalahan, tapi penting untuk segera menyadarinya dan
mengingat Allah subhanahu wa ta’ala. Taubat adalah proses yang
terus-menerus, jadi mungkin butuh beberapa kali percobaan sampai
akhirnya kita kembali di jalur kita. Tapi jangan malu untuk kembali
kepada-Nya, tidak peduli betapa besar dosa itu, dan jangan pernah
kehilangan harapan dalam ampunan-Nya yang tidak terbatas.
HUBUNGAN FISIK
1. Shalat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan dari
shalat 5 waktu adalah bagaikan air jernih di sungai yang mengalir di
depan rumahmu dimana seseorang membasuh dirinya 5 kali sehari –
membersihkannya dari segala kotoran.” (Sahih Muslim)
Saya baru-baru ini mendapat berkah sehingga bisa pergi umrah. Salah
satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana shalat lima
waktu diprioritaskan di dua kota suci. Ketika anda mendengar adzan di
Mekkah atau Madinah, para pemilik toko menutup toko-toko mereka. Ramai
orang – yang muda dan yang tua, wanita, anak-anak, dan pria, bergegas ke
masjid untuk mendapatkan shaf terbaik. Banyak orang yang bahkan sudah
berada di masjid dan menunaikan shalat mereka, berdo’a, dan membaca
Quran berjam-jam sebelumnya. Anda bisa melihat orang-orang yang
berwudhu’, tidak tergesa-gesa melakukannya, melainkan melakukannya
dengan seksama. Orang-orang memprioritaskan shalat di masjid dan tepat
waktu. Mereka telah siap untuk shalat jauh sebelum adzan terdengar.
Bahkan di luar waktu shalat, saya memperhatikan orang-orang menyesuaikan
kesibukan mereka berdasarkan jadwal shalat dan bukan sebaliknya. Ketika
ada janji untuk bertemu seseorang, saya sering kali mendengar mereka
berkata, “Mari kita jadwalkan pertemuan kita antara Dzuhur dan Ashar”
atau “Mari bertemu setelah Maghrib” dan tidak mengatakan “Mari bertemu
pukul 5 sore.”
Tapi ini bukan hanya soal shalat tepat waktu. Apa yang lebih penting
menurut pendapat saya adalah kualitas dari shalat kita. Berkenaan dengan
hati kita, tidak ada yang lebih penting daripada shalat kita. Inilah
hal pertama yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan jika
shalat kita bagus, maka hal-hal lainnya akan menjadi baik, insya Allah.
(Jami’ at-Tirmidzi). Artinya kualitas dari shalat kita adalah cara
untuk mengecek diri anda, keadaan iman, dan hati anda. Ini cara kita
untuk memohon kepada-Nya lima kali dalam sehari, untuk menjaga hubungan
kita dengan-Nya, dan agar hati kita tetap terhubung dengan-Nya. Kita
harus memperbaiki kualitas shalat kita jika kita ingin memperbaiki hati
kita. Jika kita tidak memiliki konsistensi itu, makanan untuk ruh itu,
hati kita secara otomatis akan terpengaruh.
Shalat lima waktu dapat dilihat sebagai penyegar yang terus-menerus
bagi iman kita. Ia menyegarkan kita secara ruhani jika kita mengerjakan
shalat secara sadar, dan tidak mengerjakannya hanya untuk menunaikan
kewajiban. Masalah bagi banyak dari kita adalah kita tidak lancar dalam
bahasa Arab, jadi kita mungkin merasa tidak terhubung dengan shalat
karena kita tidak mengerti apa yang kita baca. Jadi ini tergantung pada
kita untuk menjadi proaktif dan mencari cara untuk memahami bacaan
shalat kita, misalnya dengan melakukan kajian terhadap beberapa ayat
yang kita baca, memahami artinya, dan sebagainya.
2. Membaca dan Memahami Quran
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram.” (Qs ar-Ra’d[13]: 28)
Saya yakin kita semua pernah berada dalam situasi dimana kita
menghadiri sebuah ceramah atau event Islami, lalu pulang ke rumah dan
merasakan meningkatnya keimanan kita secara signifikan. Tapi kemudian,
setelah seminggu atau beberapa lamanya, kita merasakan keimanan kita
kembali turun. Bayangkan skenario ini: Jika anda ingin menasihati teman
anda yang ingin memiliki postur tubuh yang bagus, apakah anda akan
menyarankan mereka untuk mengangkat beban selama tiga jam, lalu hal ini
cukup dilakukan setahun sekali? Andaikan semudah itu! Sebagaimana
mengangkat beban setiap beberapa bulan sekali selama beberapa jam tidak
akan berdampak apa-apa pada tubuh kita, mengingat Allah subhanahu wa
ta’ala sekali dalam seminggu atau sekali dalam sebulan juga tidak akan
berdampak apa-apa bagi ruhani kita. Dengan tujuan agar konsisten
mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, selain kita harus melaksanakan
shalat lima waktu sebagaimana disebutkan di atas, kita juga memiliki
Quran, yang bukan hanya untuk dijadikan pajangan di rak buku kita
melainkan diturunkan untuk dibaca, dihidupkan, dan dipraktekkan dalam
kehidupan sehari-hari. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada kita
dalam Quran bahwa hati kita menemukan ketenangan dan kedamaian sejati
dengan mengingat-Nya. Karena Quran dikatakan sebagai pengingat yang
terbaik, maka ia menjadi komponen penting untuk membuat hati kita tetap
teguh. Tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar berusaha untuk
memahami kitab-Nya? Berapa banyak waktu yang benar-benar kita gunakan
secara konsisten?
Saya pribadi percaya bahwa membaca Quran, meskipun kita mungkin tidak
memahami atau tidak mengingat semuanya, adalah cara untuk menyucikan
hati kita dan membuat perubahan dalam diri kita. Tapi agar dapat
merasakan efek dari firman-Nya kepada kita, kita harus mau mengkaji
lebih dalam untuk memetik manfaat yang begitu berharga dari makna
ayat-ayat-Nya. Saya pernah mendengar perumpamaan yang ingin saya bagikan
kepada anda: bayangkan anda mendapat sebuah surat dari seorang raja,
seorang presiden, atau siapapun yang mempunyai jabatan tinggi. Meskipun
suratnya ditulis dalam bahasa asing, anda akan mencoba mencari cara
untuk menerjemahkannya karena anda sangat ingin tahu apa isinya. Quran
bisa dilihat sebagai sebuah surat bagi umat manusia dan ini bukan surat
dari seseorang! Ini sebuah pesan dari Tuhan yang memiliki langit dan
bumi itu sendiri! Merupakan sebuah pengalaman yang paling menyejukkan
ketika kita bisa mendekatkan diri dengan Quran dan mengambil permatanya
untuk memperkaya kehidupan pribadi anda dan mencerahkan hati anda. Apa
yang harus anda lakukan adalah cukup dengan berkomitmen dan tetapkan
waktu tertentu setiap harinya dimana anda dapat duduk, membaca, dan
merenungi Quran, meskipun hanya satu ayat setiap harinya. Salah satu
waktu yang direkomendasikan adalah setelah shalat Subuh karena inilah
waktu yang penuh berkah, tapi menurut saya hal yang paling penting
adalah anda menemukan waktu yang paling tepat agar anda dapat
melakukannya secara konsisten.
HUBUNGAN ANDA DENGAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN
1. Dekatkan diri anda dengan orang-orang yang mengingatkan anda kepada Allah subhanahu wa ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan teman
yang shaleh dan teman yang jahat adalah bagaikan penjual parfum (misik)
dan seorang pandai besi. Bagi penjual parfum, dia dapat memberikanmu
sesuatu, atau kamu bisa membeli sesuatu darinya, atau kamu bisa
mengambil manfaat dari baunya yang harum. Sedangkan untuk pandai besi,
dia mungkin bisa membakar pakaianmu, atau kamu akan mencium baunya yang
tidak mengenakkan.” (Sahih Bukhari)
Bahkan jika anda berjuang untuk memperbaiki diri anda dan menyucikan
hati anda, hal ini akan menjadi sangat sulit jika teman-teman anda tidak
baik. Sebagaimana sebagian orang dapat berdampak positif bagi anda,
sebagian orang lainnya dapat meracuni anda. Dengan begitu, kualitas jauh
lebih penting daripada kuantitas berkenaan dengan teman-teman yang anda
pilih untuk menghabiskan waktu bersama. Sepenuhnya normal bagi kita
untuk melewati fase dimana iman kita naik dan turun, tapi jika kita
memiliki teman-teman yang baik dan tidak menyendiri, kita dapat mencegah
keimanan kita turun hingga ke titik yang sangat rendah. Bertemanlah
dengan orang-orang yang mendekatkan diri anda kepada keshalehan,
teman-teman yang mengingatkan anda kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan
mendorong anda untuk melakukan amal-amal kebaikan, teman-teman yang
mendukung anda dan percaya pada anda pada masa-masa yang baik, begitu
juga pada masa-masa yang sulit.
Pergilah, atau atur jadwal untuk pertemuan mingguan secara berkala
dimana anda pergi bersama-sama dengan teman-teman Muslim anda dan
mendiskusikan hal-hal yang terjadi dalam hidup anda. Bacalah kitab-Nya
bersama-sama, renungkan firman-Nya, beribadah bersama, makan bersama,
dan jalinlah tali silaturahmi dengan mengharap ridha-Nya. Anda mungkin
melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh teman di sebelah anda, dan
begitu pula sebaliknya, sehingga anda bisa mengambil manfaat dari sudut
pandang masing-masing. Para malaikat datang ke perkumpulan dimana nama
Allah diingat, jadi bayangkan betapa berkahnya perkumpulan mingguan itu.
Anda akan langsung merasakan efeknya pada hati dan ruhani anda, insya
Allah.
2. Berhenti sejenak dan nilai diri anda
Secara berkala nilailah keadaan hati anda dan pikirkan bagaimana anda
mempengaruhi orang lain. Apakah karakter dan cara anda berbicara dan
memperlakukan orang lain membuat mereka lebih dekat kepada Allah
subhanahu wa ta’ala, atau malah membuat mereka menjauh? Saya percaya
bahwa aspek fundamental dari menyucikan hati dimulai dengan memperbaiki
karakter dan mengembangkan etika yang mendasar. Ketika anda melalui
masa-masa sulit dalam hidup anda, pergilah keluar dan tolonglah orang
lain untuk menghadapi masalah mereka. Dengan begini, anda dapat
mengganti fokus anda dari diri pribadi menjadi sesuatu yang lebih
positif dan komprehensif dan dapat menangani hal-hal yang menjadi
masalah anda dengan tenang.
Kita semua dapat melakukan bagian kita dalam membuat dunia ini
menjadi lebih baik bagi orang lain. Ini mungkin tidak mempengaruhi semua
orang, tapi jika hal ini dapat mempengaruhi bahkan satu orang saja,
meski mempengaruhi hati satu orang saja, maka ia tetap bernilai dan ia
tetap membuat perubahan. Anda akan menyadari bahwa apa yang anda lakukan
untuk orang lain tidak hanya berdampak pada mereka, tapi juga membuat
hati anda menjadi lebih lembut. Ketika kita melihat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat beliau, kita bisa melihat
bahwa mereka tidak pernah membuat seseorang merasa kesepian atau
seakan-akan orang itu menjalani cobaan seorang diri. Mereka tidak
merendahkan atau meninggikan seseorang atau menghakimi mereka. Jadilah
teman sejati kepada orang lain sehingga mereka merasa nyaman berbicara
dengan anda. Pikirkan bagaimana menjadi Muslim tidak hanya bermanfaat
bagi anda, tapi juga bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling anda.
Saya berharap artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi anda untuk
memberi nutrisi pada hati anda dan menyajikan anda dengan
nasihat-nasihat yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keadaan hati anda akan menentukan bagaimana anda memandang dunia di
sekitar anda. Sebagaimana kita menjaga tubuh dan jiwa kita, kita juga
harus menjaga hati kita. Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal yang
terjadi dalam diri anda yang harus disembuhkan dan diberi obat. Tidak
ada di dunia ini yang dapat memberikan anda melebihi apa yang dapat
diberikan oleh hati yang merasa ridha, hati yang terhubung dengan Sang
Pencipta.
Apakah tips-tips anda untuk mendapatkan hati yang baik dan terhubung
dengan Allah subhanahu wa ta’ala? Berbagilah bersama kami dengan menulis
di kolom komentar di bawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar